Pos

Pulau Moa yang identik dengan Gunung Kerbaunya tentu memiliki santapan berbahan utama daging kerbau yang dikeringkan menjadi dendeng yang tahan lama hingga dapat dikonsumsi sewaktu-waktu. Selain dagingnya, kerbau-kerbau di Pulau Moa juga dikenal sebagai penghasil susu. Bahkan, susu-susu dari kerbau ini sering kali mencukupi kebutuhan air minum bagi masyarakat Pulau Moa di musim kemarau.

Santapan bergizi ini dapat Anda rasakan lewat gurihnya dendeng kerbau yang diselingi dengan secangkir susu kerbau segar khas Pulau Moa.

Artikel : Iqbal Fadly | Foto : Istimewa

Memintal Kemewahan dari Kesederhanaan

Seperti dalam banyak suku bangsa lainnya di tanah air, peran kain di Maluku Barat Daya bukan hanya sekedar untuk pakaian sehari-hari. Tenun Adat di Maluku merupakan suatu simbol kehormatan sekaligus identitas yang telah mendarah daging. Sebut saja tenun Senikir yang merupakan elemen penting dalam acara adat seperti penyematan gelar atas tokoh terhormat. Di Pulau Moa, acara-acara adat seperti proses penyematan tamu atau tokoh terhormat, berlangsung dengan tenun khas yang dipercaya sebagai peninggalan leluhur yang turun temurun di gunakan dalam acara adat maupun kenegaraan.

Lebih dari itu, tenun Maluku adalah cerminan dedikasi masyarakat Maluku dalam meneruskan proses pelestarian tradisi nenek moyang yang berawal sejak ratusan tahun yang lalu dan berlanjut hingga saat ini. Tenun ikat di Maluku Barat Daya berperan sebagai tiang di banyak aspek keseharian penduduknya. Sebagai penyelimut jenazah, ia menjadi doa akan ketenangan. Sebagai mahar pengantin, ia menjadi bentuk harapan akan kebahagiaan berumah tangga. Semua itu diawali dari dedikasi para ibu di gubuk-gubuk kecil di Maluku, seolah memintal helai demi helai doa untuk keluarganya.

Artikel : Iqbal Fadly | Foto : George Timothy

Sejak jaman kolonialisme, Kepulauan Maluku yang kaya akan rempah telah dilirik oleh bangsa di Eropa yang ingin menguasai atau menyebarkan agama Kristen dan Katolik di Asia Tenggara. Dimulai dari 1522, bangsa Portugis, Spanyol, Belanda dan Inggris berlomba-lomba membangun pengaruh mereka di perairan Laut Banda dan sekitarnya. Silih berganti mereka membangun dan menghancurkan satu sama lain. Dan hingga hari ini, terdapat beberapa bangunan yang menjadi saksi sejarah kedudukan Eropa di Maluku Barat Daya yang dapat kita lihat untuk dipelajari dan kagumi sebagai bagian dari cerita panjang sejarah Tanah Air tercinta.


Gereja Tua Patti

Gereja yang terletak di Desa Patti, Pulau Moa ini merupakan peninggalan Belanda yang masih berdiri tegak sejak pem- bangunannya pada 1625. Bangunannya terbuat dari kayu jati, dengan dinding yang terbuat dari campuran kapur dan putih telur setebal 1 hasta. Gereja Patti di- hiasi dengan 12 tiang dan jendela, sebagai pengingat akan 12 murid Yesus. Di sekitar bangunan dihiasi berbagai monumen yang didedikasikan untuk para pendeta yang dihormati.


Benteng Delfshaven

Benteng yang dibangun di tahun 1664 ini diresmikan oleh VOC pada 11 Juli 1665 sebagai pusat pemerintahan VOC di Pulau Kisar. Benteng ini berlokasi di Desa Kotalama, sekitar 1 kilometer dari Kota Wonreli.

Artikel : Iqbal Fadly | Foto : George Timothy

Pulau Moa di Maluku Barat Daya menyuguhkan keindahan gempuran ombak di sisi sebelah pantai utara, sementara di sisi pantai selatan merupakan surga bagi para divers dengan keindahan alam bawah lautnya. Namun, highlight keindahan alam dari Pulau Moa adalah landscape atau datarannya yang akan membawa imajinasi Anda tentang safari di benua Afrika, lewat hamparan yang bernama Gunung Kerbau.

Seperti sebutannya, dengan populasi kerbau yang diprediksi mencapai puluhan ribu ekor, Gunung Kerbau adalah salah satu lokasi peternakan unggulan di Indonesia. Wilayah ini tidak ditumbuhi banyak pepohonan, melainkan rerumputan yang memberikan kesan tandus dengan warna coklat keemasan di musim kemarau. Kondisi tandusnya ini menampakkan keelokan tekstur alam dari Gunung Kerbau yang pendakiannya dapat ditempuh hanya dalam beberapa jam saja, dengan pemandangan hamparan sabana yang spektakuler menanti dari atas puncaknya. Di area Gunung Kerbau juga terdapat populasi kuda yang menambah keistimewaannya untuk dikunjungi. Mulai dari kuda liar hingga kuda milik penduduk setempat yang siap membawa Anda bertualang menyusuri daerah sekitar Gunung Kerbau untuk sebuah pengalaman wisata yang tak terlupakan.